ad1

Viral Pasrah Anus Ku di Tusuk Bos dan Senior ku 1

 Biodataviral.com - Mengapa tiba-tiba jantungku terasa berdesir ketika melihat celana dalam Pak Hans yang mengecap di balik celana olahraganya. Darahku terasa mengalir ketika melihat goyangan pantat Pak Hans bergerak seksi mengikuti gerakan instruktur senam. Setelah senam pagi di kantorku usai, seperti biasa kami langsung memasuki ruang kerja masing-masing untuk melaksanakan tugas rutin kantor.


Saya bekerja dalam satu ruangan dengan Pak Hans. Pak Hans merupakan seniorku sekaligus orang yang selalu memberi tumpangan aku baik berangkat maupun pulang kerja. Maklum, aku merupakan karyawan terbaru di kantor tersebut, dan aku kost di sekitar rumah Pak Hans, karena aku berasal dari desa. Dengan ruangan kerja yang lumayan besar tetapi hanya ditempati dua orang, tentu saja membuat kami terlalu bebas dalam bekerja. Kadang kami bermain game di komputer jika tak ada kerjaan, bahkan Pak Hans sering membawa VCD porno dari rumah, dan kadang memutarnya di ruang kerja. Dan kami pun sering menonton bersama ketika lagi tidak ada kerjaan.
Sehabis senam aku merasakan tubuhku malas untuk diajak bekerja, dan seperti biasa aku memutar lagu-lagu MP3 di komputerku untuk melepas kejenuhan.
“Lagi malas, Dik Bram..?” tiba-tiba suara Pak Hans mengejutkanku.
Ketika kuangkat kepalaku, ternyata Pak Hans sudah ada di depan meja kerjaku.
“Iya, nich Pak..! Habis mikirin kerjaan nggak pernah ada habisnya.” sahutku sambil memandangi wajah Pak Hans di hadapanku.
Diam-diam baru kali ini aku mengagumi wajah Pak Hans yang begitu ganteng, rambutnya hitam yang tersisir rapi, kumisnya lebat tapi tertata rapi, juga dagunya yang berwarna hijau karena bekas dicukur. Tanpa sadar mataku terus menelusuri penampilan Pak Hans, betapa tegapnya dia walaupun usianya 40 tahun, lebih tua 14 tahun dari umurku, tetapi Pak Hans masih kelihatan gagah. Kulitnya putih bersih, dan kedua tangannya yang tertutup bulu lebat semakin melengkapi kegagahannya. Baru kali ini aku mengagumi kesempurnaan seorang pria. Tanpa kusadari, tiba-tiba mataku mulai melirik ke bawah, tepatnya di depan meja kerjaku. Disana aku melihat suatu benda yang menonjol dan melingkar dari balik celana olah raga Pak Hans yang dekat merapat di ujung meja kerjaku.
“Ada apa Dik, kok bengong..?” pertanyaan Pak Hans mengejutkanku.”Nggak pa-pa kok Pak..,” jawabku sekenanya.
“Pak Hans sendiri akhir-akhir ini kok kelihatan kurang bergairah..?” ganti aku mulai coba bertanya.
Sambil mendekatiku dari samping, dia mulai duduk di meja kerjaku.
“Yach.., beginilah Dik Bram, nasib bujangan.” sahut Pak Hans.
“Lho.., emangnya istri Pak Hans dikemanain..?” tanyaku sedikit heran.
“Istriku lagi hamil tua Dik, dan aku pulangin ke rumah mertua daripada disini nanti repot dan nggak ada yang ngurusin.”
“Wah, berarti tiap malam Pak Hans kesepian dong..?” kataku sambil menggoda Pak Hans.
“Iya Dik, udah tiga bulan ini aku nggak pernah hubungan lagi.” jawab Pak Hans dengan nada lesu.
Entah setan apa yang merasuki pikiranku sehingga tiba-tiba mataku kembali melirik suatu benda bersarang dari balik celana olah raga Pak Hans. Tanpa kusadari pula tanganku berani-beraninya meraba tonjolan di dalam celana olah raga Pak Hans. Aku terkejut dan baru tersadar ketika tangan Pak Hans memegang erat tanganku. Aku malu dan ketakutan melihat Pak Hans memandangi wajahku. Sesekali kulihat matanya yang teduh.”Maaf kan saya Pak, saya nggak sadar. Dan saya juga heran kenapa tiba-tiba saja saya tertarik dengan penampilan Pak Hans. Sekali lagi saya minta maaf Pak.” kuucapkan perminta maafaku dengan nada ketakutan, dan Pak Hans pun diam saja. Aku gemetaran dan takut setengah mati.




Sesaat kulirik matanya, Pak Hans malah tersenyum. Tanpa kusadari, tangan Pak Hans tiba-tiba meraih tangan kananku, dan diletakkannya tanganku tepat di atas batang kemaluannya yang masih tertutup celana olah raganya. Aku pun bertambah bingung melihat perlakuan Pak Hans. Tanpa kusadari tangan Pak Hans mulai membimbing tanganku. Diusap-usapkannya tangan kananku hingga menyentuh batang kemaluannya, dan aku pun menurut saja dengan penuh penasaran. Mungkin sudah tiga bulan lamanya batang kemaluannya tidak ada yang menyentuh, pikirku. Lanjut baca!

No comments :

Post a Comment

Leave A Comment...

ad2